SEKILAS INFO
14-08-2020
  • 5 bulan yang lalu / PENERIMAAN PESERTA DIDIK BARU (PPDB) SMK NEGERI 3 BANYUMAS 2020/2021

SMK Negeri 3 Banyumas berawal dari berdirinya SMKI Pemda Banyumas tanggal 11 Maret 1978. Pada tahun tersebut SMKI Pemda Banyumas hanya ada satu jurusan, yaitu seni Karawitan, karena mengingat pada waktu itu sarana pendidikan belum memadai. Kemudian untuk menampung keinginan masyarakat, maka pada tahun pelajaran 1979/1980 di bukalah Jurusan Seni Tari.
Seiring berjalannya waktu yaitu pada tahun 1989 SMKI Pemda Banyumas dilepas oleh Pemerintah Daerah Tingkat II Banyumas dan di kelola oleh Yayasan Sendang Mas dengan nama SMKI Sendang Mas Banyumas. Kemudian sekitar tahun 1991 berubah nama menjadi SMK “ Sendang Mas” Banyumas.
Tahun 2008 SMK “Sendang Mas” mengajukan permohonan status swasta menjadi negeri. Namun tidak cukup persyaratan karena belum memiliki tanah dan gedung sendiri. Kemudian Bupati Banyumas yang pada waktu itu dijabat oleh Bapak Mardjoko memberi gedung dan tanah sebagai persyaratan yaitu eks-Kawedanan Banyumas. Maka pada tanggal 28 Juni 2008 berdasarkan Peraturan Bupati Banyumas Nomor 25 Tahun 2008 tanggal 28 Juni 2008 tentang Pembentukan, susunan organisasi dan tata kerja Sekolah Menengah Kejuruan Negeri 3 Banyumas Kabupaten Banyumas, SMK Negeri 3 Banyumas resmi berdiri yang beralamat di Jalan Jendral Gatot Soebroto No. 1 desa Sudagaran kecamatan Banyumas. Hingga sampai pada tahun 2019 SMK Negei 3 Banyumas memiliki 5 (lima) Program Studi, antara lain Seni Tari, Karawitan, Musik, Pedalangan dan Broadcasting
Sebagai sarana mempertahankan dan mengembangkan seni tradisional SMK Negeri 3 Banyumas didukung oleh tenaga pendidik yang terampil dan kompeten dibidangnya. Penyelenggaraan proses belajar mengajar didukung dengan fasilitas maupun sarana dan prasarana yang memadahi.
Dukungan sarana dan prasarana yang memadahi serta pengembangan fasilitas pembelajaran terus ditingkatkan, meskipun demikian standar peralatan pembelajaran SMK Negeri 3 Banyumas lebih dari cukup. Lulusan SMK Negeri 3 Banyumas siap memasuki lapangan kerja sektor formal dan informal serta mengembangkan sikap profesional. Menjadi tenaga kerja Seni tingkat menengah (madya) untuk mengisi kebutuhan dunia usaha dan industri seni, khususnya Seni Tradisional pada saat ini dan masa yang akan datang. Membekali peserta didik dengan ilmu pengetahuan dan ketrampilan sebagai bekal bagi yang berminat untuk melanjutkan pendidikan.